Monday, June 25, 2012

Contoh Proposal Kimia Terpadu


Proposal Praktikum Kimia Terpadu
 Penentuan Kadar Lemak dalam Kulit, Buah dan Biji Alpukat
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 13
Jurusan Kimia Analisis
Kota Bandung
Tahun 2012

A.    Latar Belakang Masalah
Saat ini, 1,6 miliar orang dewasa di seluruh dunia mengalami berat badan berlebih, dan sekurang-kurangnya 400 juta diantaranya mengalami obesitas. Pada tahun 2015, diperkirakan 2,3 miliar orang dewasa akan mengalami overweight dan 700 juta di antaranya obesitas. Di Indonesia, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, prevalensi nasional obesitas umum pada penduduk berusia ≥ 15 tahun adalah 10,3% (laki-laki 13,9%, perempuan 23,8%). Sedangkan prevalensi berat badan berlebih anak-anak usia 6-14 tahun pada laki-laki 9,5% dan pada perempuan 6,4%. Angka ini hampir sama dengan estimasi WHO sebesar 10% pada anak usia 5-17 tahun (www.cybermed.cbn.net.id).
Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas (Franklin dkk., 1985). Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal dianggap mengalami obesitas.  Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok: 
·         Obesitas ringan : kelebihan berat badan 20-40%


·         Obesitas sedang : kelebihan berat badan 41-100%
·         Obesitas berat : kelebihan berat badan >100% (Obesitas berat ditemukan sebanyak 5% dari antara orang-orang yang gemuk).
Saat itu dilaporkan akan adanya hasil penelitian epidemiologis bahwa asam lemak bentuk trans dapat menyumbang angka obesitas pada penduduk Indonesia. Dikatakan bahwa asam lemak jenis ini dapat menaikkan kadar kolesterol LDL (kolesterol buruk) sama seperti halnya asam lemak jenuh. Bahkan yang memperburuk keadaan adalah asam lemak bentuk trans ini juga akan menurunkan HDL (koleterol baik) dan cenderung menaikkan lipoprotein aterogenik.
Alpukat (Persea Americana Mill) merupakan salah satu jenis buah yang banyak diminati oleh masyarakat karena daging buahnya yang empuk dan cara penyajiannya dapat dipadukan dengan gula, madu, atau bahan makanan lainnya. Buah alpukat di samping memliki rasa yang enak juga memiliki kandungan gizi yang tinggi. Adapun kandungan nutrisi buah alpukat dipaparkan sebagai berikut:

Kandungan
Jumlah
Energi
Air
Protein
Lemak
Karbohidrat
Vitamin A
Vitamin B1
Vitamin B2
Vitamin B3
Vitamin B6
Vitamin C
Vitamin D
Vitamin E
Vitamin K
Kalsium
Besi
Fosforus
Kalium
Natrium
Serat
85 – 233 kal
67,49 g -84,3 g
0,27 – 1,7 g
6,50 – 25,18 g
5,56 g – 8 g
0,13 – 0,51 mg
0,025 mg – 0,12 mg
0,13 – 0,23 mg
0,79 – 2,16 mg
0,45 mg
2,3 – 37 mg
0,01 mg
3 mg
0,008 mg
10 mg
0,9 mg
20 mg
604 mg
4 mg
1,6 g

Dalam biji alpukat ada lemak nabati yang tinggi yang tak jenuh. Lemak ini berguna untuk menurunkan kadar kolesterol darah (LDL), yang berarti dapat mencegah penyakit stroke, darah tinggi, kanker , obesitas atau penyakit jantung. Lemak tak jenuh biji alpukat mengandung zat anti bakteri dan anti jamur.(Rex dkk.,1993).
Dengan adanya banyak fakta tentang pengolahan minyak dari biji alpukat oleh laboratorium di Amerika (Microscale Organic Laboratory, 1955) dengan kandungan minyak nabati. Pengolahan ini menggunakan proses ekstraksi cair-cair kontinu dengan dua zat cair yang bercampur sebagian, yaitu N-heksena dan isopropanol. Proses kritis larutan, diharapkan proses ekstraksi dapat dikondisikan pada suhu di bawah suhu kritis (saat dua campuran yang bercampur sebagai terpisah secara sempurna ekstraksi ini dapat dioptimalkan melalui penentuan suhu kritis kedua pelarut melalui eksperimen “kelarutan dua zat cair yang bercampur sebagian”. Dengan ditetapkannya suhu) sehingga dapat diperoleh minyak biji alpukat yang terekstrak ke dalam kedua pelarut.
Kebanyakan masyarakat mengonsumsi daging buah alpukat karena rasa dan nutrisinya yang luar biasa, namun biji alpukat dibuang begitu saja setelah diambil buahnya sehingga biji alpukat tergolong limbah yang tidak dimanfaatkan. Padahal, alpukat disamping buahnya memiliki kandungan gizi yang tinggi, bijinya juga dapat digunakan untuk pembibitan dan berkhasiat sebagai obat.Biji alpukat hampir tidak mengandung pati, sedikit mengandung gula buah, tetapi berlimpah serat selulosa.Faktor ini menjadikan alpukat dianjurkan sebagai bagian dari menu untuk mengendalikan penyakit diabetes.

B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas  maka masalah yang muncul dapat diuraikan sebagai berikut :
1.      Apakah kadar lemak dalam biji alpukat lebih besar dari buah dan kulitnya?
2.      Apa sajakah manfaat dari masing-masing komponen buah alpukat?

C.    Tujuan Kegiatan
·         Menentukan kadar lemak dalam kulit, buah dan biji alpukat.
·         Mengetahui manfaat dari masing-masing komponen buah alpukat.

D.    Manfaat
Meningkatkan kemampuan siswa dalam menganalisis dan memanfaatkan suatu bahan yang dijadikan objek penelitian, sehingga hasilnya dapat diaplikasikan di kehidupan masyarakat.

E.     Teknik Pelaksanaan
Siswa mencari beberapa prosedur standar sesuai judul praktikum yang akan dilakukan. Prosedur yang didapat dibandingkan tingkat efisiensi waktu, biaya, dan ketersediaan alat serta bahan yang ada di laboratorium, kemudian ditentukan prosedur yang tepat untuk dijadikan acuan dalam pelaksaan praktikum.   


F.     Pengajuan Prosedur

Prosedur 1
Semi-Continuous Solvent Extraction
Alat yang paling sering digunakan dalam metode ini adalah soxhlet, dimana efisiensi ekstraksi lebih baik dari pada metode Batch Solvent Extraction. Sampel dikeringkan, dihaluskan dan diletakkan dalam thimble berpori. Thimble diletakkan dalam alat soxhlet yang dihubungkan dengan kondensor. Labu soxhlet dipanaskan, solven menguap, terkondensasi dan masuk ke bejana ekstraksi yang berisi sampel, dan mengesktraksi sampel. Lemak tertinggal di labu karena perbedaan titik didih. Pada akhir ekstraksi, solven  diupakan dan massa lemak yang tersisa ditimbang.
Prosedur :
1.      Timbang kurang lebih 2 g sampel, masukkan dalam timble ekstraksi.
2.      Timbang labu ekstraksi yang telah dikeringkan.
3.      Masukkan eter anhidrat dalam labu didih (labu ekstraksi).
4.      Rangkai alat : labu didih, labu soxhlet, kondensor.
5.      Lakukan ekstraksi dengan kecepatan tetesan solven dari kondensor 5-6 tetes per detik selama 4 jam.
6.      Keringkan labu didih yang berisi ekstrak lemak di oven pada 1000C selama 30 menit.
7.      Dinginkan di desikator dan timbang.
8.      Hitung kadar lemak !
% lemak = 100 x (berat lemak / berat sampel)
Sumber : Jurnal Dr. Rina Herowati



Prosedur 2
Analisis Kadar Lemak (AOAC 1990)
Adapun prosedurnya adalah memanaskan labu lemak dalam oven sampai beratnya konstan, kemudian menimbang ± 2 gr sampel dalam kertas saring selanjutnya dimasukkan dalam selubung lemak. Memasukkan 150 ml kloroform sebagai pelarut lemak kedalam labu lemak kemudian memasangnya pada alat ekstraksi lemak. Langkah selanjutnya adalah memasukkan lemak yang berisi sampel ke dalam labu soxhlet dan diusahakan terendam dalam pelarut lemak, lalu merefluksi lemak pada suhu 600C selama 8 jam. Evaporasi campuran lemak dan kloroform dengan menggunakan rotary evaporator sampai kering. Setelah itu memasukkan labu lemak dan lemak ke dalam oven pada suhu 1050C selama ± 1 jam untuk menghilangkan sisa kloroform, dan mendinginkan dalam desikator selama 30 menit. Labu lemak berisi lemak kemudian ditimbang.
Perhitungan :
Kadar lemak (%) =  
Dimana :
W1 = Berat sampel (gram)
W2 = Berat labu lemak (gram)
W3 = Berat labu lemak + ekstrak lemak (gram)

Prosedur 3
Prosedur Penentuan Kadar Lemak Total (SNI 01-2354.3-2006)
a.       Timbang labu alas bulat kosong (A g)
b.      Timbang seksama 2 g homogenate contoh (B g), masukkan dalam sselongsong lemak
c.       Masukkan berturut-turut 150 ml Chloroform ke dalam selongsong lemak ke dalam extractor soxhlet, dan pasang rangkaian soxhlet dengan benar.
d.      Lakukan ekstraksi pada suhu 60oC selama 8 jam.
e.       Evaporasi campuran lemak dan chloroform dalam labu alas bulat sampai kering
f.       Masukkan labu alas bulat yang berisi lemak ke dalam oven suhu 150oC selama ±2 jam untuk menghilangkan sisa chloroform dan uap air
g.      Dinginkan labu dan lemak di dalam desikator selama 30 menit
h.      Timbang berat  labu alas bulat yang  berisil emak (C g) sampai berat konstan
i.        Kerjakan pengujian minimal duplo (dua kali)

G.    Alat dan Bahan yang dibutuhkan
Daftar Nama Alat
Jumlah
Neraca analitik
Kertas isap
Benang kasur
Labu didih
Labu soxhlet
Kondensor
Oven
Eksikator
Penjepit cawan
1
Sesuai kebutuhan
3 gulung
3
3
3
1
3
3

Daftar Nama Bahan
Jumlah
Kloroform
Eter anhidrat
Sampel buah alpukat
1 liter
500 mL
3 buah

H.    Lokasi dan Waktu Pelaksanaan
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada;
Hari/tanggal          : Rabu, 11 Juli 2012

Waktu                   : 08.00 (setelah kegiatan “Rabu Bersih” / selama Kegiatan
Belajar Mengajar bidang studi Kimia Terpadu)

Tempat                  : Laboratorium Kimia Instrumen SMKN 13 Bandung


I.       Rencana Kegiatan
No
Kegiatan
Pelaksanaan
Hari/ tanggal-bulan-tahun
Waktu
Tempat
1
Mempersiapkan alat dan bahan
Rabu/11-07-2012
Rabu/18-07-2012
08.00-selesai
Lab.Kimia Instrumen
2
  Praktikum ke-1 (Prosedur 1)
Rabu/01-08-2012
Rabu/08-08-2012
08.00-selesai
Lab.Kimia Instrumen
3
Melaporkan hasil Praktikum ke-1
Rabu/08-08-2012
Menyesuaikan
4
 Praktikum ke-2 (Prosedur 2)
Rabu/08-08-2012
Rabu/15-08-2012
08.00-selesai
Lab.Kimia Instrumen
5
Melaporkan hasil Praktikum ke-2
Rabu/15-08-2012
Menyesuaikan
6
 Praktikum ke-3 (Prosedur 3)
Rabu/05-09-2012
Rabu/12-09-2012
08.00-selesai
Lab.Kimia Instrumen
7
Melaporkan hasil Praktikum ke-3
Rabu/12-09-2012
Menyesuaikan
8
Penyusunan Laporan Akhir Praktikum Kimia Terpadu
Kamis/13-09-2012 s.d
Kamis/20-09-2012
Menyesuaikan
9
Pengumpulan Laporan
Jum’at/21-09-2012
09.00
Menyesuaikan

Keterangan :
Setiap kegiatan praktikum, rencana kerja yang akan dilakukan dibuat dalam jurnal praktikum Kimia Terpadu dan hasilnya dilaporkan pada pembimbing. Jika terdapat kendala, kegiatan praktikum sewaktu-waktu dikerjakan di luar jam pelajaran.
J.      Anggaran Kegiatan

Zat
Spesifikasi
Jumlah
Harga/ml
Total
Petroleum eter
Kloroform      
Teknis
Teknis
500 ml
1000 ml
Rp 89,-
Rp 143,-
Rp 44.500,-
Rp 143.000,-
Bahan
Harga/buah
Jumlah
Total
Buah Alpukat
Rp 2500,-
3 buah
Rp 7.500,-
           
            Total Anggaran Kegiatan      = Rp 44.500  + Rp 143.000 + Rp 7.500
= Rp 195.000,-
            Terbilang : Seratus sembilan puluh lima ribu rupiah

K.    Penutup
Demikian proposal ini kami ajukan. Besar harapan kami proposal ini dapat dikabulkan.


LEMBAR PENGESAHAN

Kamis, 21 Juni 2012




Darmawanto                                                   Diman Triana Putra
NIS. 10914126                                               NIS. 10914092


Endah Wahyuningsih                                      Gilang Lestari Sudrajat
NIS. 10914194                                               NIS. 10914098          


Gina Dwi Wahyuni
NIS. 10914162



Mengetahui,

                        Pembimbing                                                Guru Bidang Studi



                     Dra. Een Rohaeni                                               Dra. Herawati
NIP. 19680704199412 2 004                         NIP. 19570929197703 2 004


No comments:

Post a Comment